Merek dengan Penjualan Terlaris di Indonesia

Merek dengan Penjualan Terlaris di Indonesia – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut mengenai merek dengan penjualan terlaris di Indonesia.

Merek dengan Penjualan Terlaris di Indonesia

Di Indonesia status pandemi Corona baru diberlakukan pada bulan Maret awal, hal tersebut membuat sebagian produsen roda empat masih berhasil mencapai target penjualan mobil mereka.

Meski demikian, dikarenakan meluasnya penyebaran virus di kota-kota besar, membuat pemerintah harus memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengharuskan para dealer dan tenaga penjual mulai mencoba berjualan lewat media sosial atau hanya sebatas sambungan telepon.

Jika berbicara penjualan pasca Corona, antara bulan Maret dan April, maka seluruh produsen mobil yang berjualan di Indonesia merasakan dampak penurunan yang cukup signifikan.

Mengacu dari data penjualan retail yang dirilis Daihatsu, maka semuanya merasakan penurunan penjualan. Di peringkat pertama masih ada nama Toyota yang berhasil menjual 17.900 unit pada bulan Maret, kemudian menjual 8.500 unit di bulan April. Sementara untuk penjualan dari Januari hingga April, tercatat sebanyak 75.400 unit mobil atau turun sebanyak 27.700 unit dari tahun lalu yang mencapai 103.100.000 unit terjual.

Di peringkat kedua, Daihatsu tetap kokoh, dengan berhasil menjual 10.900 unit mobil pada bulan Maret, sementara pada bulan April dapat menjual 5.200 unit kendaraan. Sementara untuk penjualan dari Januari hingga April, tercatat 44.346 unit terjual atau turun sebanyak 16.400 unit dari tahun lalu yang menorehkan 60.700 unit terjual.

Untuk posisi ketiga, ada nama Honda yang berhasil menjual 10.700 unit pada bulan Maret, kemudian berhasil menjual 1.900 unit di bulan April. Sedangkan untuk penjualan dari bulan Januari hingga April, tercatat 37.000 unit. Hasil tersebut juga turun sebanyak 13.500 unit jika dibandingkan tahun lalu yang memperoleh 50.500 unit penjualan.

Lalu Mitsubishi bertengger di peringkat keempat dengan penjualan 7.900 unit pada bulan Maret dan 3.800 uni di bulan April. Total penjualan dari Januari mencapai 34.400 unit. Turun sebanyak 23.700 unit dibanding tahun lalu yang mencapai 58.100 unit terjual.

Berlanjut ke peringkat kelima, Suzuki berhasil menjual 7.200 unit mobil di bulan Maret, kemudian 2.700 unit pada bulan April. Total penjualan dari bulan Januari hingga April mencapai 28.100 unit atau turun sebanyak 3.600 unit jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang mencapai 31.700 unit penjualan.

Berikut Total Penjualan hingga April 2020

1. Toyota : 75.400 unit

2. Daihatsu : 44.300 unit

3. Honda : 37.000 unit

4. Mitsubishi : 34.400 unit

5. Suzuki : 28.100 unit

Merek Waralaba Paling banyak Diminati

Merek Waralaba Paling banyak Diminati

Merek Waralaba Paling banyak Diminati – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang merek-merek waralaba yang paling banyak diminati.

Nomor. 1 Franchise Choice Award 2019, ialah penghargaan bergengsi yang diselenggarakan buat awal kalinya yang diberikan oleh FranchiseGlobal. com Indonesia
bersama TRAS N CO Indonesia kepada 1( SATU) merk Franchise/ License/ Partnership terpilih paling banyak di jenis bisnisnya bersumber pada hasil survei Franchise Choice Index opsi calon Franchise Buyer ataupun calon Mitra/ Investor buat berinvestasi di tahun 2019.
Sebaliknya The Best Franchisee Award 2019, ialah apresiasi serta penghargaan yang sudah ketiga kali terselenggara, hasil kerjasama antara Franchiseglobal. com Indonesia bersama Franchisor/ Licensor/ Principal yang diberikan kepada Franchisee/ Lecensee/ Mitra terbaik yang sudah sukses melaksanakan serta meningkatkan bisnisnya sampai sukses serta tumbuh.
Bagi Tri Raharjo, Chairman TRAS N CO Indonesia, objektivitas penyelenggaraan 2 event yang bertepatan ini disebabkan bisnis Franchise, License ataupun Partnership, ialah bisnis keterkaitan yang tidak dapat terpisahkan. Dalam konsep bisnis ini terdapat 2 pihak yang silih berkolaborasi buat mencapai suatu keuntungan dengan konvensi tertentu, ialah antara owner bisnis serta mitra. Di mana owner bisnis membagikan ijin kepada mitra buat memakai merk, sistem, membagikan support, membagikan training, dan mengadakan pengawasan atas usaha dalam kerjasama jangka waktu tertentu.
“ TRAS N CO Indonesia sangat tertarik buat melaksanakan survei terhadap bisnis Franchise, License, Partnership yang jadi opsi No SATU calon investornya di tahun 2019. Pasti dibutuhkan studi yang mendalam& perinci. Karena industri ini sangat segmented serta unik. Serta dari hasil survey ini kami yakin dapat jadi data dini calon mitra ataupun investor dalam memastikan bisnis opsi mereka di tahun ini,” Papar Tri Raharjo.
Metodologi Penilaian
Buat mengenali Merek- merek peraih Nomor. 1 Franchise Choice 2019, TRAS N CO Indonesia serta Franchiseglobal. com melaksanakan survei Franchise Choice Index kepada lebih dari 500 brand franchise, lisensi serta kemitraan di Indonesia bersumber pada 3( 3) aspek evaluasi ialah Popularity Aspect, Interest Aspect serta Business Choice Aspect.
Survei dicoba sepanjang 3 bulan mulai dari September– November 2018 buat memastikan siapa peraih penghargaan Nomor. 1 Franchise Choice Award 2019. Peraih penghargaan Nomor. 1 FRANCHISE CHOICE AWARD 2019 buat jenis bisnis Franchise, lisensi serta kemitraan merupakan:
Apotek K- 24( Jenis Apotek), Carvil( Jenis Sandang), CFC( Jenis Resto Fried Chicken), Depo Air Minum Biru( Jenis Air Minum Isi Ulang), Oto Bento( Jenis Resto Bento), Warung Tekko( Jenis Resto Iga), Sabana Fried Chicken( Jenis Fried Chicken Booth& Kontainer), Shop&Drive( Jenis Bengkel& Pernak- pernik Mobil), Snapy( Jenis Digital Printing), Ixobox( Jenis Barbershop), Green Nitrogen( Jenis Nitrogen), Coffee Stall Good Day( Jenis Coffee Booth/ Corner), serta lain sebagainya.
Sebaliknya buat memastikan The Best Franchisee 2019, Franchiseglobal. com Indonesia
berkolaborasi dengan Franchisor/ Licensor/ Principal melaksanakan evaluasi terhadap Franchisee, Licensee serta Mitra- mitra terbaik yang sudah sukses melaksanakan serta meningkatkan bisnisnya sampai sukses serta tumbuh dengan 5 pendekatan ialah; Revenue Aspect, Local Marketing Aspect, Finance Aspect, Management Aspect serta Service Aspect.
Ada pula Franchisor, Licensor& Principal Terpilih dengan franchisee, licensee serta Mitra terbaik yang sudah sukses memperoleh penghargaan THE BEST FRANCHISEE AWARD 2019 merupakan:
  • CFC dengan mitra; Reynaldo Halim Putra.
  • Snapy dengan mitra; CL. Setyowati Handayani
  • KiddyCuts dengan mitra; Brigitte Francesca Nadjamuddin.
  • Nibras dengan mitra; Ayun Barozah, Samsul Huda, Nur Yanthi.
  • Eye Tingkat dengan mitra; Micky.
  • Waffelicious dengan mitra; Agustina Prayogo.
  • Rocket Chicken dengan mitra; Wahyu Bagus Iriawan.
  • Oto Bento dengan mitra; Putiri Bhuana Katili.
  • Warung Tekko dengan mitra; Niko Wijasin.
  • Ixobox dengan mitra; Ugahary Yovvy Chandra.
  • Bambu Spa dengan mitra; Jully Lau
  • House of Mustika Ratu dengan mitra; Budi Salim, ST
  • Bang Aji Arabian Kebab dengan mitra; Bondan Fahrizal
  • Black Kebab dengan mitra; Djohan Ichwan
  • RFC dengan mitra; Roni Ramdani
  • PT. Santos Jaya Abadi dengan mitra; Outlet Coffee Corner MNC Land

Merek Pierre Cardin Menjadi Milik Pengusaha Jakarta

Merek Pierre Cardin Menjadi Milik Pengusaha Jakarta – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang kabar mengenjutkan merek Pierre Cardin yang men jadi milik Pengusaha Jakarta.

Merek Pierre Cardin Menjadi Milik Pengusaha Jakarta

Sejauh 2018, sengketa merk masih memberi warna dunia peradilan Indonesia. Salah satunya sengketa merk Pierre Cardin yang didiagnosa Mahkamah Agung( MA) jadi kepunyaan orang Jakarta.
Permasalahan bermula dikala Pierre Cardin melayangkan gugatan dari 59 reu du Faubourg Saint- Honore, Paris Prancis ke Majelis hukum Niaga Jakarta Pusat( PN Jakpus). Dia menunjuk pengacara Ludiyanto buat menggugat pengusaha lokal, Alexander Satryo Wibowo yang memproduksi benda dengan merk yang sama.
Ludiyanto mendalilkan kalau kliennya ialah desainer yang diketahui dunia.
Pierre Cardin dari Prancis kaget menciptakan merk seragam di Indonesia buat kelas yang sama yang dibuat Alexander Satryo Wibowo. Tidak terima, Pierre Cardin Prancis menggugat Alexander Satryo Wibowo yang beralamat di Kayu Putih, Jakarta Timur.
Tetapi apa energi, Majelis hukum Niaga Jakarta Pusat menolak gugatan tersebut pada 9 Juni 2015. Pierre Cardin asal Prancis tidak terima serta mengajukan kasasi. Tetapi kasasi itu ditolak MA.
Merasa lebih berhak, Pierre Cardin mengajukan upaya hukum luar biasa dengan mengajukan PK. Tetapi apa kata MA?
” Menolak permohonan PK Pierre Cardin,” putus MA pada September 2018.
Duduk bagaikan pimpinan majelis Soltoni Mohdally dengan anggota Sudrajad Dimyati serta Panji Widagdo. Ketiganya menolak PK dengan alibi permasalahan itu sempat digugat pada tahun 1981 serta ditolak.
” Bagi hukum, penggugat tida diperbolehkan lagi buat mengajukan gugatan ini,” ucap majelis.
Dari keenam hakim agung yang menanggulangi permasalahan ini( 3 di tingkatan kasasi serta 3 di tingkatan PK), hakim agung Nurul Elmiyah tidak sepakat Pierre Cardin kepunyaan orang Jakarta. Dia beralasan merk Pierre Cardin telah populer di bermacam negeri serta merujuk nama desainer Prancis.
” Merk dagang sesuatu produk tidak cuma bermakna semata- mata nama ataupun tulisan, hendak namun lebih jauh pula memiliki makna serta iktikad yang bisa berhubungan langsung dengan produk yang bersangkutan. Di samping itu merk yang tertulis pada sesuatu produk pula bisa ialah karakteristik pembeda dari wilayah mana( dalam negara) ataupun dari negeri mana( luar negara) asal- usul produk tersebut,” kata Nurul.
Dalam perkawa a quo, nama Pierre Cardin yang ialah nama asli Penggugat, sebaliknya nama ataupun tulisan produk yang digunakan Terguguat( Alex) pula Pierre Cardin yang teruji sama pada pokoknya.
” Serta teruji pula kedua nama ataupun tulisan tersebut bukan ialah bahasa ataupun tulisan dalam bahasa Indonesia, hendak namun ialah bahasa ataupun tulisan dalam bahasa asing yang ialah bahasa negeri asal Penggugat,” ucap hakim agung yang pula dosen UI itu.
Tetapi, suara Nurul kalah dengan hakim agung yang lain. Pierre Cardin juga jadi merk kepunyaan orang Jakarta.