Zara Dan Anak Buahnya

Zara Dan Anak Buahnya

daftarmerekdunia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Zara Dan Anak Buahnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Zara Dan Anak Buahnya

Bershka
Bershka adalah rantai ritel terbesar kedua berdasarkan jumlah toko di seluruh operasi Inditex. Ini memiliki lebih dari 1.000 toko di 70 pasar, dan penjualannya mewakili 9% dari total pendapatan untuk seluruh kelompok.Merek murah ini ditargetkan untuk pembeli pria dan wanita yang lebih muda. T-shirt untuk wanita mulai dari US$ 7,90 (Rp 116 ribu$, dan jeans mulai dari US$ 29,90 (Rp 442 ribu) .

Massimo Dutti
Massimo Dutti pada mulanya adalah label mode pria yang dibeli oleh Inditex pada tahun 1991. Beberapa tahun kemudian, ia merambah pakaian wanita, dan lini anak-anak pada tahun 2003.Ini adalah label kelas atas Inditex, dan ditargetkan untuk pelanggan yang lebih tua. Harga lebih tinggi daripada di Zara, dan fokus di sini kurang untuk tetap pada tren tetapi lebih pada menciptakan lebih banyak gaya klasik yang tak lekang oleh waktu.Saat ini Massimo Dutti memiliki 764 toko di seluruh dunia.

Oysho
Didirikan pada tahun 2001, Oysho mengkhususkan diri dalam pakaian wanita, termasuk pakaian dalam, pakaian tidur, pakaian renang, dan pakaian olahraga.Oysho memiliki 667 toko di 65 pasar di seluruh dunia.

Pull & Bear
Merek yang berfokus pada remaja ini memiliki titik harga yang sangat mirip dengan Bershka, dan ada banyak tumpang tindih dalam pelanggan inti dan gaya.
Pull & Bear mengambil tren internasional terbaru, mencampurkannya dengan pengaruh yang terlihat street wear dan elegan. Brand ini mengolahnya sesuai dengan gaya mereka sehingga mengubahnya menjadi pakaian yang nyaman dan mudah dipakai.Peritel memiliki 969 toko di 76 pasar di seluruh Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Amerika Selatan, beberapa di antaranya merupakan lokasi waralaba.

Baca Juga : Kasual Dan Anak Muda Pull And Bear

Stradivarius
Stradivarius diakuisisi oleh Inditex pada tahun 1999 dan pada mulanya adalah merek pakaian wanita milik keluarga. Meskipun itu membuat serangan singkat pada pakaian pria di tahun 2017, uji coba ini dihentikan awal tahun ini.Pelanggan targetnya lebih dekat ke Zara, terfokus terutama pada generasi millennial.Saat ini Stradivarius memiliki lebih dari 1.000 toko di seluruh dunia dan menarik US$ 1.7 juta dalam penjualan bersih pada tahun 2017.

Uterqüe
Dengan 91 toko secara global, Uterqüe adalah merek terkecil dan eksklusif Inditex, menjual pakaian dan aksesori wanita untuk pembeli yang lebih dewasa. Inditex mengatakan merek ini adalah semua tentang bahan berkualitas tinggi, itulah mengapa harganya lebih tinggi dari Zara. Misalnya, jaket kulit berharga sekitar US$ 500 (Rp 7,3 juta).

Zara Home
Zara Home mengedepankan konsep butik dengan empat tema yang berbeda, mulai dari area perlengkapan untuk kamar tidur, kamar mandi, ruang makan, hingga ruang tamu.Untuk desain butiknya sendiri, dari luar gerai terlihat sama dengan butik label fashion high street, Zara. Hanya saja, etalase gerai di Zara Home dipenuhi dengan perabotan rumah tangga.Zara Home memiliki 593 toko secara total di 75 pasar, termasuk AS. Anda dapat membeli apa saja dari seprei untuk perabotan rumah dan barang-barang dapur.

Kasual Dan Anak Muda Pull And Bear

Kasual Dan Anak Muda Pull And Bear

daftarmerekdunia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kasual Dan Anak Muda Pull And Bear. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kasual Dan Anak Muda Pull And Bear

Pull and Bear, Brand yang berasal dari Spanyol
Pull and Bear merupakan merupakan brand clothing asal Spanyol yang kini sudah mulai merambah mal dan pusat perbelanjaan di Indonesia.Pull and Bear dimulai pada tahun 1991 dengan misi internasional yang jelas dan dengan niatan untuk menghasilkan pakaian anak muda yang terlibat dengan lingkungan mereka, yang hidup dalam masyarakat dan berhubungan satu sama lain.

Gaya pakaian casual dan keren
Orang-orang muda yang memiliki gaya berpakaian kasual, yang menghindari stereotip dan yang ingin merasa keren dalam apapun yang mereka kenakan.Untuk memenuhi kebutuhan mereka, Pull and Bear mengambil tren internasional terbaru, mencampur mereka dengan pengaruh gaya yang terlihat di jalan dan di klub-klub yang paling modis, dan mengolah kembali mereka sesuai dengan gaya mereka sehingga menjadi nyaman dan mudah untuk dipakai dan yang pasti, selalu dengan harga terbaik.Pull and Bear berkembang pada kecepatan yang sama dengan pelanggan, selalu mengawasi keluarnya untuk teknologi baru, gerakan sosial dan tren artistik atau musik terbaru.Semua ini dapat terlihat dan tercermin tidak hanya dalam desain, tetapi juga di toko-toko.Terinspirasi oleh kota California legendaris Palm Springs, lini produk terus-menerus diperbarui.Semua toko di seluruh dunia menerima barang dagangan baru dua kali seminggu.Milik Inditex Group (Zara, Pull & Bear, Massimo Dutti, Bershka, Stradivarius, Oysho, Zara Home dan Uterqüe), Pull & Bear hadir di 74 pasar (72 dengan toko fisik ditambah lagi 2 toko online) dan memiliki jaringan 930 toko .

Dari orang dewasa untuk anak-anak
Selain pakaian orang dewasa dan anak muda, Pull and Bear juga menyediakan fashion line untuk baju anak kecil Pull and Bear For Kids.Ada juga premium line untuk pria, Pull and Bear Heritage yang menyediakan pakaian fashionable yang dirancang agar pria juga bisa tampil gaya.Pada tahun 1991, Pull and Bear lahir, hasil dari strategi segmentasi pasar yang diprakarsai oleh Grup Inditex.Ini adalah saat ketika orang-orang menuntut gaya busana dasar yang dipengaruhi oleh tren internasional, fashion yang juga bisa cepat beradaptasi dengan kebutuhan mereka, dengan tiga poin mendasar: fashion, harga dan kualitas. Ide yang mendasari Pull & Bear adalah untuk membawa fashion untuk orang.Pada tahun 2011, Pull and Bear membuka toko online pertamanya, sekaligus memperingati berdirinya 20 tahun Pull and Bear.

Memasuki Pangsa Indonesia
Pada tahun 2008, Pull and Bear mulai memasuki pangsa pasar Indonesia, UK, dan Mesir.Pull and Bear pada tahun yang sama juga memulai gerakan revolusioner yang belakangan juga diikuti oleh banyak brand fashion terkenal, yakni merilis katalognya secara eksklusif online. Tujuannya, untuk mengurangi limbah kertas dan penggunaan kertas.Hal ini seolah menegaskan komitmen Pull and Bear untuk selalu mendukung gerakan environmental friendly dan mencegah climate change.Pull & Bear membawa tren internasional terbaru untuk Anda dalam bentuk pakaian yang mudah dikenakan, nyaman dan santai.

Baca Juga : Lacoste Buaya Modis

Koleksi Pull and Bear nyata dengan ide berpakaian pria dan wanita dengan pola pikir anak muda, dengan memperhitungkan bahwa usia bukanlah halangan ketika memilih pakaian dari Pull and Bear.Pada tahun 2015, Pull and Bear me-launching kampanye global pertama mereka, Be More Barrio sekaligus membuka toko fisik pertama di Switzerland dan Swedia.Pull & Bear memiliki dua lini produk yang sama sekali berbeda untuk kedua cowok dan cewek.Di satu sisi, remaja akan menemukan lini yang lebih santai di toko-toko dalam bentuk kaus, t-shirt, celana jeans, celana pendek Bermuda, plimsolls dan topi, di mana baju berbahan kapas adalah bahan utama.Lini kedua diarahkan lebih kepada laki-laki dewasa dan konsumen wanita dewasa atau bekerja yang sudah familier dengan merek ini.

Tren Internasional terbaru
Bagi mereka Pull & Bear menciptakan pakaian yang terinspirasi oleh tren internasional terbaru untuk baik pemakaian pada siang dan malam hari, dan yang bisa dipakai di tempat kerja dan selama waktu luang.Lini ini menyesuaikan tren ini dengan kebutuhan pelanggan Pull & Bear, membuat mereka lebih santai dan mengubahnya menjadi pakaian yang easy-to-wear.Koleksi tekstil didukung oleh alas kaki, aksesori, perhiasan, parfum, headphone, longskates dan kacamata hitam.Dalam hanya 25 tahun, Pull & Bear telah membuka lebih dari 930 toko di jalan-jalan utama dan pusat perbelanjaan di 72 pasar (ditambah 2 pasar di mana ia beroperasi secara eksklusif online).

Kecenderungan mode globalisasi yang Pull & Bear telah memasukkan dalam koleksi baru mereka telah memfasilitasi pertumbuhan yang cepat di tempat penjualan.Semua ini berkat tim muda yang terdiri oleh lebih dari 9400 profesional yang, dengan semangat giat mereka, keterlibatan dan antusiasme, telah berhasil membuat Pull & Bear menjadi nyata.Omset pada penutupan tahun 2015 mencapai € 1417 juta, naik 10% dibandingkan angka untuk tahun 2014. Lebih dari 86 juta item yang dijual di total, termasuk lebih dari 23 juta T-shirt.Hal ini seolah membuktikan bahwa Pull and Bear telah menjadi brand pilihan baik anak muda dan orang dewasa di dalam dan di luar Spanyol.Nah, apakah Anda tertarik dengan Pull and Bear?

Zara Elegan Dan Menawan

Zara Elegan Dan Menawan

daftarmerekdunia.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Zara Elegan Dan Menawan. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Zara Elegan Dan Menawan

Salam fashion, pembaca. Kembali lagi dengan Abyad Apparel Pr. Membahas tentang fashion dan brand – brand besar sebenarnya tidak ada habisnya. Mungkin banyak dari kalian yang sudah tau brand – brand besar yang ada di dunia ini. Setiap brand saling bersaing untuk mengeluarkan produk terbaiknya, untuk membuktikan bahwa produk yang dihasilkan dair brand itu memiliki kualitas yang baik. Mereka berlomba lomba juga mengeluarkan promo untuk menarik minat para pelanggannya. Nah, satu lagi brand besar yang akan kita bahas kali ini, yaitu Zara. Pasti kalau kalian belanja ke mall atau pusat perbelanjaan pernah melihat brand yang satu ini, kan? Brand Zara memang sudah tersebar di setiap pusat perbelanjaan besar dan padat dengan pengunjung. Brand yang satu ini sudah banyak sekali mengeluarkan produknya. Namun, kalian pernah tau gak sih sejarah brand zara ini? Penasaran gak siapa pendirinya dan bagaimana bisa berkembang sampe sejauh ini? Nah, pada kesempatan kali ini Abyad Apparel Pro akan menjelaskan sedikit tentang sejarah brand zara dan juga perkembangannya.

Sejarah Brand ZARA
Zara adalah salah satu merek yg berasal dari Spanyol dan bermarkas di Arteixo, Gallicia. Zara didirikan pada tahun 1975 oleh Armancio Ortega dan Rosallia mera. Zara sendiri merupakan flagship store dari Inditex, yg juga memiliki beberapa merek ternama lainnya seperti :Massimo Dutti , Pull and Bear , Oysho, Uterqüe, Stradivarius dan Bershka.Zara sendiri hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu untuk mengembangkan produk-produk barunya dan meluncurkan sekitar 10.000 design baru setiap tahunnya. Armancio ortega pertama kali membuka Zara Store di sebuah jalan utama di pusat kota A Coruña, Galicia, Spanyol. Toko tersebut ternyata cukup sukses, sehingga Armancio membuka beberapa store lagi di Spanyol. Selama tahun 1980, Ortega mulai mengubah desain, manufaktur dan proses distribusi untuk mengurangi lead time dan bereaksi terhadap tren baru dalam cara yang lebih cepat, dalam apa yang ia sebut “mode instan”. Pada tahun 1980, perusahaan mulai melakukan ekspansi internasional melalui Porto , Portugal. Pada tahun 1989 mereka memasuki Amerika Serikat dan Perancis pada tahun 1990. Dan hingga saat ini, Zara sudah terdapat di 73 negara di Dunia termasuk di Indonesia. Zara memiliki beberapa jenis pakaian, mulai dari Wanita (Woman dan TRF), Pria (Men), anak-anak (Zara Kids), Zara Home hingga kosmetik. Store Zara paling banyak berada di Spanyol (329 toko), dan Prancis (114 Toko). Sementara di Indonesia, Zara hanya ada 13 toko.Louis Vuitton Fashion Director Daniel Piette mendeskripsikan Zara sebagai “retailer yang paling inofatif dan sangat efektif di dunia ini.” Oleh CNN, Zara juga disebut sebut sebagai “Spanish success story.”

ASAL USUL PENAMAAN ZARA
Sejak awal berdiri pada 1975, merek Zara telah berkembang dengan cepat menjadi ikon dalam industri fashion. Dunia fast fashion (tren yang berganti dengan cepat) tak akan lengkap tanpa toko yang memiliki warna monokrom ini. Terkenal sebagai toko yang menjual busana dengan tren terbaru namun harganya relatif terjangkau membuat Zara bisa dijumpai di seluruh dunia. Berdasarkan data tahun 2012 saja, Zara telah memiliki 5.900 gerai yang tersebar di 85 negara. Namun tahukah Anda, bahwa Zara dahulunya bernama Zorba? Pada awal berdiri di tahun1975, Amancio Ortega Gaona pendiri, memutuskan untuk membuka sebuah toko kecil di La Coruna sebuah kota di barat laut Spanyol yang mengkhususkan diri menjual baju-baju rumah semacam daster untuk wanita dan jubah mandi. Gaona kala itu menggemari film Zorba the Greek yang terkenal pada tahun 1974. Kemudian dia memutuskan untuk memberi nama tokonya sesuai dengan judul film kegemarannya. Namun, ternyata nama Zorba sudah banyak dipakai, bahkan ada sebuah bar bernama sama yang jaraknya hanya sekitar dua blok dari toko Gaona. Pemilik bar tersebut mengeluh kepada Gaona, jika ada dua Zorba di kota kecil tersebut akan membingungkan, walau produk yang dijual berbeda. Masalah menjadi lebih rumit karena Gaona sudah terlanjur memesan cetakan logo untuk tokonya. Demi menghemat biaya, Gaona akhirnya membuat merek baru dengan huruf-huruf yang sudah ada. Ia pun mengganti Zorba menjadi Zara. Akhirnya, Zorba tetap dengan usaha menjual birnya, dan Zara fokus dengan bidang pakaian.

Baca Juga : UNIQLO Si Normal Dan Unik

Nah, diatas adalah penjelasan singkat tentang sejarah brand zara dan juga bagaimana asal usul nama zara tersebut. Brand zara memang sudah mampu bersaing dengan produk fashion branded lainnya.Mungkin setelah membaca ini, kalian berfikir untuk membuat brand sendiri untuk bersaing dengan brand lain juga? Abyad Apparel Pro siap menjadi vendor kalian, loh! Abyad Apparel Pro adalah jasa konveksi yang melayani jasa jahit dan juga jasa sablon, Abyad Apparel Pro menggunakan bahan – bahan berkualitas sehingga produk yang dihasilkan memiliki hasil yang bagus juga. Produk yang dihasilkan dari Abyad Apparel Pro mampu bersaing dengan brand brand lainnya, loh! Jika kalian berminat bisa langsung mengubungi 081314460770 atau bisa kunjungi workshop kami langsung ke alamat: JL. CIREUNDEU INDAH III Gang Musholla NO 62A RT 1 RW 3, Ciputat Timur, Pisangan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15419.

UNIQLO Si Normal Dan Unik

UNIQLO Si Normal Dan Unik

daftarmerekdunia.web.id Desainnya yang tidak terlalu norak dan detail,tapi tetap lucu dan cute. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai UNIQLO Si Normal Dan Unik. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai UNIQLO Si Normal Dan Unik

Brand pakiaan pada jaman sekarang ini sudah banyak sekali dan sudah tersebar dimana – mana. Dari brand yang terkenal sampai tidak terlalu terkenal. Beberapa brand terus berinovasi untuk terus membuktikan bahwa produk yang mereka hasilkan itu yang terbaik. Sama halnya dengan brand – brand terkenal, banyak sekali brand – brand ternama yang memang sudah kita tau dengan model bajunya yang bagus atau bahkan harganya sedikit pricey. Brand – brand ternama saling bersaing satu sama lain mengeluarkan produk – produk baru agar menarik minta pembeli. Namun, kali ini kita akan membahas sedikit tentang brand Uniqlo. Apa kalian tau brand satu ini? Apa sih unggulan brand ini sampai bisa terkenal? Nah, oleh karena itu kita simak terus artikel ini ya daripada penasaran!

Sejarah Uniqlo
Pada Maret 1949, Hitoshi Yanai, ayah dari Direktur Utama Fast Retailing Tadashi Yanai, membuka toko pakaian pria Ogori Shoji di Kota Ube, Prefektur Yamaguchi.Tadashi Yanai mengambil alih kepemimpinan perusahaan pada tahun 1984, dan membuka toko pertama Uniqlo yang waktu itu bernama toko pakaian kasual Unique Clothing Warehouse pada 2 Juni 1984 di Kota Hiroshima, Prefektur Hiroshima. Toko pertama Uniqlo di tepi jalan besar, Toko Yamanota di Prefektur Yamaguchi dibuka pada Juni 1985. Selama beberapa tahun pertama, toko Uniqlo terus bertambah, terutama di Jepang Barat. Yanai lalu mengganti nama perusahaan dari Ogori Shoji menjadi Fast Retailing pada September 1991.

Fast Retailing mendaftarkan sahamnya di Bursa Saham Hiroshima pada Juli 1994. Saham Fast Retailing mulai diperdagangkan di seksi dua Bursa Saham Tokyo pada April 1997 (diperdagangkan di seksi pertama Bursa Saham Tokyo mulai Februari 1999).Kantor pusat di Tokyo dibuka pada November 1996, dengan maksud memperkuat perencanaan produksi griaan.Titik balik tiba pada Oktober 1998 setelah sweter Uniqlo dari bahan sintetis fleece yang diobral seharga ¥1.900 laku terjual sebanyak 2 juta helai. Larisnya fleece produk Uniqlo terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1999, Uniqlo menjual 8,5 juta helai pakaian, dan meningkat menjadi 26 juta helai seiring dengan popularitas merek Uniqlo.

Pada November 1998, Uniqlo membuka toko utama di Harajuku yang merupakan pusat busana anak muda di Tokyo. Di lantai satu toko ini dipajang sweter fleece beraneka warna bagaikan warna pelangi. Sweter fleece awalnya tidak mode, tapi Uniqlo sukses membuatnya menjadi pakaian trendi. Pada tahun 1998, sweter Uniqlo hanya dibuat dalam 15 warna, namun bertambah menjadi 61 pilihan warna pada tahun 2000.Sebelum baju fleece Uniqlo menjadi populer, penjualan perusahaan ini sudah menunjukkan peningkatan. Total penjualan tahunan sebesar 83 miliar yen pada tahun fiskal 1998, dan mengalami peningkatan sebesar 33,6% menjadi 111 miliar yen pada tahun fiskal 1999, sebelum berlipat dua menjadi 229 miliar yen pada tahun fiskal 2000, dan mencapai 418 miliar yen pada tahun fiskal 2001.Pada Maret 2006, Fast Retailing mendirikan G.U. Co. Ltd., perusahaan yang megembangkan merek busana kasual berharga murah g.u. (dibaca jiyu). Toko pertama g.u. dibuka di Ichikawa, Prefektur Chiba.

Penjelasan Tentang Uniqlo Dan Uniqlo Di Indonesia
Uniqlo Co., Ltd. (株式会社ユニクロ Kabushiki-gaisha yunikuro) adalah perusahaan Jepang dalam bidang perencanaan produk, produksi, distribusi pakaian kasual. Perusahaan ini membuka toko eceran pakaian kasual dengan merek Uniqlo (ユニクロ). Kantor pusat Uniqlo di Sayama, Kota Yamaguchi, Prefektur Yamaguchi. Meskipun demikian, fungsi kantor pusat dipegang oleh Kantor Tokyo di Midtown Tower, Akasaka, Minato, Tokyo. Uniqlo Co., Ltd. adalah anak perusahaan dari Fast Retailing.

Nama Uniqlo berasal dari nama toko pertama bernama Unique Clothing Warehouse yang dibuka Tadashi Yanai di Kota Hiroshima, Prefektur Hiroshima pada 2 Juni 1984. Konsep tokonya sebagai “sebuah gudang raksasa dengan pilihan konstan”. Ide didapat Yanai ketika berkunjung ke Amerika Serikat. Ia mengunjungi koperasi universitas yang ramai dikunjungi remaja karena menjual pakaian kasual berharga murah seperti orang membeli majalah.

Baca Juga : Christian Dior Brand Yang Banyak Kisah

Uniqlo menyebut model bisnisnya sebagai SPA (Specialty store retailer of Private label Apparel) atau toko pengecer khusus untuk pakaian merek sendiri. Semua tahap dalam bisnis dikelola sendiri oleh perusahaan ini, mulai dari desain, produksi, sampai kepada penjualan secara eceran.[4] Strategi kunci dalam model bisnis perusahaan ini adalah pesanan massal dalam partai besar untuk setiap artikel barang. Pesanan massal berakibat pada pengurangan dramatis harga pengadaan barang. Sekali cetakan sudah dibuat, hanya ada perbedaan kecil dalam waktu tenaga kerja atau upaya untuk memproduksi 5.000 helai atau 100.000 helai.[5] Uniqlo memiliki 6 toko yang sudah buka dan 2 toko yang akan dibuka pertengahan 2015 terdiri dari 4 toko di Jakarta (Mal Taman Anggrek, Mal Kelapa Gading, Lotte Shopping Avenue, dan Grand Indonesia Shopping Town – East Mall), 1 toko yang akan dibuka di Gandaria City, 1 toko di Tangerang yaitu Summarecon Mall Serpong 2, dan 1 toko yang akan dibuka yaitu AEON Mall BSD City, Serpong, Tangerang, dan 1 toko di Bekasi yaitu Summarecon Mal Bekasi. Pada tahun 2017, telah dibuka 1 cabang di Bandung yang terletak di 23 Paskal, dan pada bulan September di Surabaya di Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall. Selain itu, produk Uniqlo dibuat di negara-negara yang upah buruhnya rendah seperti RRC dan Kamboja.

Nah, diatas adalah sejarah dan perkembangan brand uniqlo hingga bisa terkenal dan mampu bersaing dengan brand – brand ternama lainnya dalam bidang fashion. Store uniqlo juga sudah tersebar di beberapa Negara dan biasanya storenya memiliki konsep yang unik.

Mungkin setelah membaca ini, mungkin gak sih kalau kalian mau bikin brand sendiri biar bisa terkenal seperti Uniqlo? Abyad Apparel Pro siap menjadi vendor kalian loh! Bagi kalian yang memang mau mulai berusaha atau bisnis dibidang fashion. Abyad Apparel pro jasa konveksi yang menggunakan bahan – bahan berkualitas sehingga menghsilkan produk yang mampu bersaing dengan pakaian lainnya. Nah, bagi kalian yang emmang berminat atau mungkin tertarik untuk menggunakan jasa kami, bisa langsung menghubungi 081314460770 atau bisa kunjungi workshop kami langsung ke alamat: JL. CIREUNDEU INDAH III Gang Musholla NO 62A RT 1 RW 3, Ciputat Timur, Pisangan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15419.

Christian Dior Brand Yang Banyak Kisah

Christian Dior Brand Yang Banyak Kisah

daftarmerekdunia.web.id Siapa sih yang gak nolak dikasih Dior ? Tapi apakah kamu sanggup berjalan mengarungi perjuangan Dior sebelumnya ? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Christian Dior Brand Yang Banyak Kisah. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Christian Dior Brand Yang Banyak Kisah

Rumah Mode Christian Dior merayakan hari jadinya yang ke-70 dengan menggelar pagelaran busana di museum kuno, Les Invalides di Paris, 5-7 Juli 2017. Sejumlah nama tenar di dunia mode tercatat pernah berada dan membesarkan Rumah Mode Christian Dior yang menjadi lambang status dalam pergaulan dunia.

Keberhasilan rumah mode tersebut tentu tak lepas dari kreasi awal si empunya nama, Christian Dior. Perancang mode yang lahir pada 21 Januari 1905 dan meninggal pada 23 Oktober 1957 itu tampil sebagai sosok inspiratif dengan berbagai karya modenya yang mampu menyihir dunia.Namun, semua itu tak lahir dengan mudah. Berbagai kontradiksi sempat mengawali perjalanan hidup Dior. Antara pilihan dan keharusan, begitulah Dior mengayuh langkah selagi muda.Membuat pemberontakan kecil terhadap keluarga dan akhirnya berjuang menghidupi dirinya sendiri hingga sukses dan mengakhiri kejayaan di ujung serangan jantung menjadi penutup perjalanan hidup Dior. Seperti ditulis biography.com, Dior yang mengenyam pendidikan di École des Sciences Politiques ini lahir di Granville, Prancis utara dan meninggal di Montecatini, Italia.

Nama Christian Dior mulai populer pasca Perang Dunia II pada 1947. Popularitas Dior mencuat karena karyanya yang mampu melintasi keterbatasan masa perang dan memunculkan kembali aspek feminin yang kontras di masa itu. Dior menjadikan kemewahan fashion wanita sebagai fokus.Inovasi desain sekaligus terobosan bisnis membuat Dior tampil sebagai perancang busana paling sukses di dunia. Sebelum ajal merenggutnya di usia 52 tahun, Dior berhasil mengukir berbagai prestasi di dunia mode. Busana rancangannya menjadi buruan artis film dan dari aspek bisnis, royalty juga terus mengalir.

Baca Juga : Christian Louboutin Sepatu Dan Kantong Sampah

Semasa muda, ia sudah menunjukkan minatnya pada seni. Anak kedua dari lima bersaudara keluarga Alexandre Louis Maurice Dior, pemilik pabrik pupuk yang sangat sukses, dan Isabelle ini berminat untuk menjadi seorang arsitek. Namun Dior harus tunduk pada keinginan ayahnya.Pada 1925 Dior mendaftarkan diri di École des Sciences Politiques untuk memulai studinya dalam ilmu politik. Orang tuanya ingin Dior menjadi diplomat seusai bekerja. Pemberontakan kecil mulai terjadi setamat kuliah. Setelah lulus pada 1928, Dior membuka sebuah galeri seni kecil dengan modal dari ayahnya.Namun, dukungan keuangan itu disertai syarat. Nama keluarga tidak akan muncul di atas pintu galeri tersebut. Dalam beberapa tahun, galeri Dior menangani karya seniman terkenal seperti Georges Braque, Pablo Picasso, Jean Cocteau, dan Max Jacob.Namun, usaha ini tak berlangsung lama. Pada 1931 Dior terpaksa menutup galeri. Kematian kedua kakaknya, disusul ibunya, juga kehancuran bisnis ayahnya, membuat galeri hanya bertahan setahun. Setelah penutupan galeri, Dior mulai menjual sketsa busana untuk menutupi biaya hidupnya.

Pada 1935, Dior mendapat pekerjaan sebagai ilustrator majalah Figaro Illustré. Beberapa tahun kemudian, Dior bekerja sebagai asisten desain pada desainer asal Paris Robert Piguet. Namun Perang Dunia II membuat Dior harus kembali kehilangan sentuhan dengan dunia seni. Ia malah memasuki dunia yang kontras, menjadi tentara Prancis sebagai perwira militer di selatan negeri itu.Kekalahan Prancis dari Jerman pada tahun 1940 menjadi berkah tersendiri bagi Dior. Ia kembali ke Paris dan bersentuhan lagi dengan dunia seni. Dior bekerja di perancang busana Lucien Lelong. Sepanjang sisa tahun perang, rumah desain Lelong senantiasa mendapat tugas mendandani para wanita kolega pasukan Nazi dan Prancis.Pada masa ini, adik perempuan Dior, Catherine, bergabung dalam kelompok Perlawanan Perancis. Dia ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi tapi selamat dan akhirnya dibebaskan pada tahun 1945.Pengalaman demi pengalaman membuat Dior akhirnya muncul sebagai nama besar di dunia mode hingga akhirnya maut menjemput. Pada 1957, beberapa bulan setelah tampil di sampul majalah Time, Dior pergi ke Italia untuk berlibur ke kota Montecatini. Pada 23 Oktober 1957, ia menderita serangan jantung yang ketiga dan meninggal pada usia 52 tahun.Jenazah Dior dijemput pesawat pribadi Marcel Boussac untuk dimakamkan di Paris. Pemakaman Dior dihadiri sekitar 2.500 orang, termasuk seluruh staf dan banyak kliennya yang paling terkenal. Dia dimakamkan di Cimetière de Callian di Var, Prancis. Pada saat kematiannya, Rumah Mode Dior telah menghasilkan lebih dari USD 20 juta per tahun.

Christian Louboutin Sepatu Dan Kantong Sampah

Christian Louboutin Sepatu Dan Kantong Sampah

daftarmerekdunia.web.id Tidak ada yang menyangka Louboutin sebagai brand internasional menjadi sangat tenar sekarang,tapi sebelumnya punya sejarah. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Christian Louboutin Sepatu Dan Kantong Sampah. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Christian Louboutin Sepatu Dan Kantong Sampah

Christian Louboutin ialah desainer sepatu yang blak-blakan bicara bahwa dirinya membenci kenyamanan. Ia tidak suka menciptakan sepatu ergonomis yang membuat sang pengguna betah mengenakan sepatu berjam-jam tanpa keluhan. Sepatu karyanya memang bisa membuat kaki lecet dan pegal, apalagi ketika pertama kali digunakan. Dasar sepatu tidak empuk, bagian pinggir terasa kaku dan keras, dan sepatu seolah tercipta untuk mereka yang punya telapak kaki ramping. Mengenakan sepatu karyanya ibarat memakai korset pelangsing.Tujuannya membuat sepatu juga serupa dengan alasan terciptanya korset: membuat postur tubuh terlihat lebih baik. Ia punya persepsi tersendiri tentang sepatu. Louboutin beranggapan: ketika memilih sepatu, para wanita tidak fokus ke bentuk, melainkan fokus pada bagaimana postur tubuh atau keseluruhan penampilan ketika mengenakan sepatu. Di benaknya, postur wanita akan tampak lebih baik ketika menggunakan sepatu hak. Maka dia makin yakin untuk jadi desainer sepatu hak.Pria berdarah Mesir yang lahir di Paris ini terobsesi menggambar sepatu wanita berjenis stiletto atau platform dengan hak 10-15 centimeter. Ia sempat berkata pada majalah W bahwa kegemarannya menggambar sepatu hak muncul saat ia berusia 12 tahun. Waktu itu Louboutin terpana melihat sebuah simbol larangan penggunaan sepatu hak di dalam museum karena berisiko merusak lantai ruangan. Dari sana ia mulai rutin menggambar. Salah satu gambar awalnya ialah sepatu dengan dua hak.

Kesan eksentrik itu terbawa hingga ia dewasa. Ketika telah menjadi desainer, kesan tersebut salah satunya nampak pada sol merah sepatu. Dalam sebuah artikel panjang, The New Yorker mengisahkan bahwa pada tahun 1993, Louboutin membuat desain sepatu yang terinspirasi dari lukisan Andy Warhol.Setelah purwarupa sepatu jadi, ia merasa sepatu tersebut belum cukup terlihat menonjol. Ia memikirkan bagian yang harus dibetulkan sambil memandang sekeliling ruang kerjanya. Di dalam ruangan itu ia melihat seorang wanita tengah mengecat kuku dengan kuteks warna merah. Pria yang pernah diberhentikan tiga kali dari sekolah ini lantas punya ide untuk mengecat bagian bawah sepatu dengan kuteks tersebut. Ia puas dengan hasilnya. Sejak saat itu Louboutin memproduksi semua sepatu dengan sol merah, sesuatu yang kelak jadi ciri khas karyanyaSepatu dengan sol merah nampak berbeda dan menjadi tren di kalangan wanita. Merah, bagi Louboutin adalah warna yang menggoda. Produk itu sempat jadi ikon dalam film populer Sex and The City. Louboutin pun jadi salah satu lini sepatu yang laris di kalangan selebritas.

Baca Juga : Richard Mille Pencipta Jam Termewah

Victoria Beckham menggemari sepatu tersebut dan bahkan memakainya saat tengah mengandung. Pertama ketika ia berkunjung ke Disneyland dan saat menghadiri pernikahan Kate Middleton. Buat Victoria, yang penting adalah ia tetap tampil memesona di depan paparazzi dan ia menggantungkan tampilan kasual elegan pada sepatu Louboutin. Jennifer Lopez memilih Louboutin untuk mendesain khusus sepatu untuk konser tunggalnya. Yang tercipta ialah ankle boots berhak dengan detail renda, motif leopard, dan manik-manik metal atau stud. Kate Moss dengan gaya tomboinya melangkah dengan sepatu hak yang berujung runcing.Louboutin mulai membuka layanan pemesanan khusus sekitar 12 tahun lalu. Pada W, dia bilang sempat tidak yakin bisa mendapatkan klien. Nyatanya: sutradara film, penyanyi, juga aktris tersohor datang padanya untuk dibuatkan desain sepatu yang tidak dijual di pasaran. Dia pun lega. Bukan hanya karena mendapat pesanan, melainkan juga bisa membuat ragam desain sepatu dengan berbagai referensi atau ide baru yang datang dari para klien.Bebas dalam mendesain adalah momen yang ia nikmati, itu adalah momen ketika merasa punya tantangan baru dalam berkarya. Seperti ketika ia membuat beberapa sepatu untuk kebutuhan pameran, misalkan. Pada 2012, Donna Loveday, kurator Design Museum London, mengajak Louboutin untuk menggelar ekshibisi di museum tersebut.

“Kami ingin orang mengetahui hal apa yang menginspirasi Christian dalam berkarya,” katanya pada The Guardian .Dalam ekshibisi tersebut, Christian meminta agar ruang pamer dibuat layaknya tata ruang pertunjukan kabaret. Lengkap dengan miniatur komidi putar. “Saya percaya semua wanita ingin menjadi penampil dalam kabaret,” tutur Louboutin. Pameran tersebut menampilkan sekitar 200 sepatu dengan detail bulu, stud, spikes, dan manik-manik yang berkilau.Hiasan-hiasan itu nyaris selalu tampil dalam tiap karya Louboutin. Terutama bila ia mendapat pesanan khusus seperti ketika diminta berkolaborasi dengan Star Wars. Christian diminta untuk mendesain empat sepatu yang mencerminkan karakter perempuan-perempuan dalam Star Wars. Sepatu itu nantinya akan dilelang.Kini ketika namanya terus melambung dengan berbagai tawaran kolaborasi dan permintaan khusus, Louboutin masih punya satu ganjalan. Upayanya untuk mematenkan merek dagang desain sol sepatu merah belum berhasil. Orang-orang di luar sana masih bebas mendesain dan memproduksi sepatu dengan warna serupa dengan Louboutin. Ini membuatnya geram dan merasa tersaingi. Tetapi apa mau dikata, keputusan hakim sudah berkata demikian.

Richard Mille Pencipta Jam Termewah

Richard Mille Pencipta Jam Termewah

daftarmerekdunia.web.id Ngilu sih lihat harganya, tapi yang namanya luxury dan fancy juga exclusive udah kerasa banget dari brand jam yang satu ini.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Richard Mille Pencipta Jam Termewah. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Richard Mille Pencipta Jam Termewah

DESAINER dan pembuat jam tangan Richard Mille berambisi terus berkreasi hingga berusia 120 tahun.Seperti apa kisahnya membuat jam yang paling prestisius saat ini? Usia bukan halangan untuk berkreasi. Tanyakan hal itu kepada pria bernama Richard Mille. Di usia 50 tahun, Richad Mille seharusnya sudah selesai dengan dirinya sendiri.Di usia itu pria Prancis yang lahir satu hari sebelum hari Valentine pada 68 tahun lalu itu sudah memiliki segalanya. Saat itu dia sudah menjadi seorang CEO di perusahaan perhiasan Prancis, Maubussin.Di tangannya, Mauboussin menjelma menjadi sebuah perusahaan perhiasan yang sangat terkenal di Prancis. Saat itu dia memang sudah berhasil memiliki segalanya. Kekayaan dan harta melimpah sudah dicicipinya di usia itu.Namun, di balik keberhasilan itu, Richard Mille selalu terkenang akan ayahnya yang seorang akuntan. Setiap hari dia terbayang ayahnya yang bekerja keras untuk mendukung kehidupan keluarga kecil Richard Mille.Saking gigihnya, figur ayah jadi sosok yang sangat penting buat Richard Mille. Namun, Richard Mille tahu di balik kegigihan sikapnya, ada satu hal yang selalu membuat ayahnya kerap diam terpaku.

Hatinya seolah tidak ada di ruang keluarga, tapi berpetualang entah ke mana. “Dia seorang akuntan, padahal saya sangat tahu dia sangat ingin menjadi seorang pelaut. Dia ingin berpetualang ke mana saja yang dia suka.Saat itu bekerja di balik meja buat keluarga bagi pria Prancis adalah perjuangan, sekaligus pengorbanan,” ucap Richard Mille. Dari situlah Richard Mille bertekad melepas jabatannya di Mauboussin.Dia tidak ingin terus-terus terjebak dalam rutinitas yang memang tidak dia suka. Meski umurnya tak lagi muda, dia percaya kali ini dia harus mewujudkan mimpinya sejak dulu, yaitu membuat jam bikinannya sendiri.Kecintaan Richard Mille pada jam juga berawal dari ayahnya. Waktu itu ayahnya, yang sudah bekerja keras setiap hari, membelikan satu jam tangan buatnya. Melihat jam tangan itu, Richard Mille senang bukan kepalang.Setiap hari tangannya tidak pernah lepas dari jam tangan hadiah sang ayah. Berawal dari senang, benak Richard Mille kemudian bergerak liar. Dia yakin suatu saat dia akan mampu membuat jam tangan sendiri.Seperti ayahnya, dia ingin orang-orang yang mengenakan jam tangannya akan merasa istimewa dan bahagia. Tujuan inilah yang kemudian membuat Richard Mille sempat masuk ke dalam bisnis jam tangan.

Pada usia 23 tahun dia bekerja di sebuah perusahaan jam tangan lokal Prancis, Finhor. Selama tujuh tahun dia bekerja di perusahaan tersebut. Dia bahkan tetap dipertahankan ketika perusahaan besar Prancis, Matra mengakuisisi Finhor.Waktu itu Matra berencana memiliki anak perusahaan yang bergerak di bisnis jam tangan. Inilah mengapa Richard Mille tetap dibawa saat Finhor bergabung dengan Matra.Sayangnya Matra justru sudah angkat tangan ketika mereka melihat bisnis ini sama sekali tidak menguntungkan buat mereka dan menjualnya ke Seiko. Momen itulah yang membuat Richard Mille sempat patah arang di bisnis jam tangan.Dia akhirnya pindah ke bisnis perhiasan bersama Mauboussin yang kemudian mengantarnya di posisi tertinggi di perusahaan perhiasan Prancis itu. “Suatu saat ketika saya bermain golf, seorang teman menanyakan lagi apa yang saya inginkan di usia yang tidak muda ini.Saya bilang kepadanya saya selalu bercita-cita membuat jam. Dia mengatakan, maka lakukanlah,” kenang Richard Mille. Seolah tersetrum arus listrik ratusan volt, Richard Mille kembali berupaya mewujudkan mimpinya yang tertinggal.Tak tanggung-tanggung dia mempertaruhkan seluruh harta kekayaannya sebagai modal usaha itu. Beberapa orang teman dekatnya justru keheranan dengan kenekatan itu.

Mereka kaget karena bermain di bisnis jam tangan premium bukanlah perkara mudah. Di dunia itu sudah banyak pemain besar yang memiliki tradisi sangat panjang hingga ratusan tahun, seperti Audemars Piguet, Pattek Philippe, Blancpain hingga Rolex.Bagaimana bisa seorang pria Prancis mau menyaingi mereka hanya bermodalkan kecintaannya pada jam tangan? Tidak ambil pusing, Richard Mille langsung membentuk sebuah tim yang terdiri dari anak-anak muda yang punya cita-cita sama, membuat jam terbaik yang pernah ada.Mereka kemudian sama-sama pindah ke Swiss, tempat di mana jam-jam terbaik dibuat. “Saya ingin membuat sebuah jam tangan yang powerful seperti mobil Formula 1,” sesumbar Richard Mille.Untuk memenangi persaingan, Richard Mille sadar bahwa jam buatannya tidak punya sejarah. Desain juga tidak bisa diandalkan karena setiap jam tangan yang ada sekarang saat ini memiliki desain yang abadi.Namun, hal itu dianggapnya sebagai sebuah peluang. Dia melihat saat ini jam tangan premium berada di dunia yang konservatif. Para pemainnya tidak berani keluar dari pakem yang ada.Richard Mille mencoba membuat jam tangan yang unik dan mampu beradaptasi dengan zaman. Tapi itu tidak cukup karena dia perlu senjata lainnya, yakni terobosan.

Baca Juga : Bisnis Rumahan Jadi Brand Internasional

Waktu itu dia pernah mendengar petenis Spanyol Rafael Nadal enggan menggunakan jam tangan saat bermain tenis karena selalu rusak saat dikenakan. Jangankan bertanding, saat berlatih saja dia selalu melepas jam tangannya.“Saat itu jam tangan tourbillon tidak bisa digunakan untuk berolahraga. Saya ingin membuktikan itu salah,” ucapnya. Setelah melalui beberapa percobaan, akhirnya Richard Mille bisa membuat sebuah prototipe jam buatannya yang berkode RM001 Tourbillon.Saat itu dia langsung meminta bantuan salah seorang rekannya yang sudah lama bermain jam tangan, Dominique Guenat. Bersama-sama Guenat, Richard Mille akhirnya berhasil meluncurkan secara resmi jam buatannya, RM001 Tourbillon, ke pasar bebas.Saat peluncuran, Richard Mille bahkan membuat sebuah slogan yang sesuai dengan ambisinya dalam membuat jam, yakni “A Racing Machine on a Wrist”. Ya akhirnya ada jam tangan yang sama powerful-nya dengan mobil Formula 1.Demi eksklusivitas, mereka hanya merilis 14 jam tangan yang uniknya berhasil membuat dunia geger. Jam tangan itu terbukti sangat reliable digunakan di mana saja dan kapan saja. Bahkan saat berolahraga ekstrem.Rafael Nadal bahkan sangat bangga menggunakan jam tangan ini saat bermain tenis. Jam tangan yang supermencolok itu kini bahkan menjadi trademark dari dewa-dewi olahraga dunia.

Beberapa juara dunia telah masuk dalam lingkungan keluarga Richard Mille. Sampai-sampai setiap juara cabang olahraga dunia begitu waswas ketika Richard Mille mengawasi pertandingan atau perlombaan mereka.Ini yang dialami oleh Mark Cavendish, pembalap sepeda profesional yang langsung gemetar ketika bertemu Richard Mille. “Saya seperti bertemu artis besar. Saya sempat tidak yakin ketika dia memberikan jam tangan ini kepada saya,” ujar Mark Cavendish.Bagi Richard Mille, jam tangan yang dia buat memang awalnya dibuat sebagai teman sejalan dalam perjuangan. Menurutnya, setiap orang yang berjuang dalam bidang apa pun akan mengingat momen-momen di mana mereka berhasil meraih kejayaan atau kekalahan.Di situlah waktu akan menjadi terasa berharga karena semuanya akan cepat berlalu. “Membaca waktu yang tepat itu tidak mudah dipelajari. Karena biasanya pelajaran memang selalu datang terlambat,” ucapnya.Inilah mengapa dia terus berupaya membuat terobosan-terobosan baru untuk Richard Mille. Termasuk kerja samanya dengan perusahaan automotif McLaren dalam membuat jam baru.“Jika mungkin saya ingin hidup sama 120 tahun. Tentu saja saya ingin terus berkreasi hingga 120 tahun. Karena masa depan brand ini tidak berhenti di sini saja,” sebutnya.

1 2 3 5