Bmw X5 Jadi Rebutan

Bmw X5 Jadi Rebutan

Daftarmerekdunia.web.id – BMW Indonesia baru-baru ini meluncurkan All New BMW X5, yang dimainkan di segmen sports sports (SAV). Dirakit secara lokal di BMW Production Network 2, Gaya Motor, Sunter, generasi keempat BMW X5 menawarkan beberapa fitur dan desain terbaru.

Sentuhan baru yang dialami X5 langsung merangsang penjualan. Tak butuh waktu lama, mobil ini langsung jadi rebutan. Sejauh ini, all new X5 sudah terpesan ratusan unit dan menjadikannya sebagai pemimpin pasar di segmen all-wheel drive premium. Ini merupakan awal yang baik bagi BMW X5 dan diharapkan semoga dengan Produk baru ini konsumen bisa merasakan kenyamanan  yang lebih lagi dari brand BMW X5 ini.

“Yang pasti tiga digit (BMW X5 yang terpesan). Memang banyak yang suka dengan BMW X5,” kata Vice President of Sales BMW Indonesia Bayu Riyanto di Jakarta.

Meski dirakit secara lokal, konsumen yang melakukan pemesanan BMW X5 harus bersabar karena inden mobil ini mencapai 2 bulan.

“Memang pemesanan banyak tapi mobil baru akan dikirim kepada konsumen akhir Juli atau Agustus, jadi memang masih dalam posisi inden,” ujar Bayu

Baca juga : Data Penjualan Bmw Di Indonesia

Harga Mencapai Miliaran
Selain itu, Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O’tania mengaku bila penjualan BMW X5 melalui http://jewishrnb.com/ saat ini sedang meningkat sebagai kendaraan yang baru diperkenalkan di Tanah Air Indonesia. Yang sangat diharapkan kiranya dengan keluarnya BMW X5 akan meningkatkan lebih lagi konsumen yang menyukai Brand BMW

“Memang penampilan pertama di Motor Show, dan baru kita lihat BMW X5 baru diluncurkan jadi penjualannya memang sedang meningkat. Untuk angkanya kami tak bisa sebutkan,” ujarnya.

Resmi mengaspal, BMW X5 terbaru ditawarkan dengan harga Rp. 1.489 miliar off-the-road dan telah tersedia di BMW Authorized Dealer Network.

Data Penjualan Bmw Di Indonesia

Data Penjualan Bmw Di Indonesia

Daftarmerekdunia.web.id – Sebagai saingan sejati, BMW Indonesia mengklaim bahwa ia masih tidak dapat bersaing dengan Mercedes = Benz dalam hal penjualan di pasar otomotif nasional dalam beberapa tahun terakhir. Itu karena beberapa faktor.

Salah satu penyebab diakui Vice President of Sales BMW Indonesia Bayu Riyanto dikarenakan kapasitas produksi yang tersedia saat ini masih belum sebesar Mercedes-Benz.

“Sebetulnya dari kapasitas. Kita tahu kapasitas kami belum sebesar Mercedes-Benz. Jadi memang ini sedang growing. Memang kami dalam kondisi growing itu butuh produk, tipe, dan sales marketing yang segala macam. Makanya kami lagi butuh ke arah sana,” kata Bayu di Jakarta.

Selain itu, pembatasan CKD juga dinilai sebagai salah satu penyebab penjualan BMW berada di bawah Mercedes-Benz.

“Iya CKD juga. Iya kita lihat memang berapa banyak kapasitas dengan kondisi yang ada. Berapa yang kita tawarkan ke market, hal itu sih memang yang saya lihat,” ujarnya.

Baca juga : Perpisahan Bmw Pada Mantan Bos Mercedes

Jumlah Model Lebih Sedikit
Dari sisi permintaan, Bayu mengakui model yang ditawarkan Mercedes-Benz jauh lebih banyak dibandingkan BMW. “Kalau permintaan sendiri kita total kalau portofolio ada beberapa model yang kami enggak ada (dibandingkan Mercedes-Benz). Kaya GLS ada di Mercy melalui link http://jewishrnb.com/, tapi di kami enggak ada. Nah baru tahun ini kami ada X7. Jadi kalau begitu (ada modelnya) kita bisa head to head,” tutur Bayu.

Apabila mengejar dari sisi penjualan, BMW Indonesia mengaku bisa saja pihaknya menghadirkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun hal itu enggan dilakukan sebagai wujud komitmen menjaga kualitas kendaraan.

“Jadi menurut saya kalau mau naik sebenarnya gampang, iya tinggal kita butuh kendaraan yang lebih murah lagi. Tapi komitmen BMW menjaga kualitas kan,” ujar Bayu.

Sebagai informasi, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun lalu menunjukan penjualan ritel BMW berada di angka 2.360 unit. Jumlah itu tertinggal dari Mercedes-Benz yang berhasil menorehkan 3.859 unit.

Tidak hanya tahun lalu, penjualan BMW juga tertinggal pada 2017 dengan jumlah 2.800 unit, sementara Mercedes-Benz mencapai 3.386 unit.